Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari (Unismuh Kendari), khususnya Fakultas Agribisnis, telah memasuki babak baru dalam pengembangan akademik dengan menjalin kerjasama strategis bersama sejumlah perusahaan dan industri pertanian terkemuka. Langkah ini diambil sebagai upaya konkret untuk menjembatani gap antara dunia pendidikan dan industri, sekaligus meningkatkan relevansi kurikulum dengan kebutuhan pasar kerja modern.
Berdasarkan informasi yang dihimpun pada tanggal 23 April 2026, kerjasama ini mencakup berbagai aspek mulai dari program magang, penelitian bersama, hingga pengembangan kurikulum yang disesuaikan dengan standar industri global. Inisiatif tersebut melibatkan perusahaan-perusahaan besar di sektor agribisnis, termasuk PT Nusantara Pertanian Indonesia, PT Sulawesi Agro Sejahtera, dan sejumlah kooperasi petani tingkat provincial yang tersebar di wilayah Sulawesi Tenggara.
Latar Belakang dan Motivasi Kerjasama
Keputusan Universitas Muhammadiyah Kendari untuk memperkuat hubungan dengan industri pertanian didasarkan pada analisis mendalam terhadap kondisi pasar tenaga kerja di Indonesia Timur. Sebagai institusi pendidikan yang berlokasi di Kendari, universitas ini memiliki tanggung jawab khusus untuk menghasilkan lulusan yang kompetitif dan siap beradaptasi dengan dinamika industri pertanian dan agribisnis yang terus berkembang.
Sulawesi Tenggara, sebagai salah satu provinsi dengan potensi pertanian yang signifikan, memiliki peluang besar untuk pengembangan agribisnis modern. Akan tetapi, gap yang cukup lebar masih terlihat antara kualifikasi lulusan dengan ekspektasi industri. Hal ini mendorong Fakultas Agribisnis untuk mengambil langkah proaktif dalam membentuk ekosistem akademik yang lebih responsif terhadap kebutuhan industri.
“Kami memahami bahwa pendidikan tinggi tidak hanya bertanggung jawab mengajarkan teori, tetapi juga mempersiapkan mahasiswa dengan keterampilan praktis yang relevan dengan dunia kerja,” ujar Prof. Dr. Drs. Hamzah Upu, M.Ed., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam wawancara eksklusif pada Senin (21 April 2026) di ruang rektorat.
Rektor Upu menambahkan bahwa kerjasama strategis ini merupakan bagian integral dari visi jangka panjang universitas untuk menjadi institusi pendidikan unggulan di kawasan timur Indonesia. “Melalui kerjasama dengan industri, kami tidak hanya memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa, tetapi juga berkontribusi langsung pada pengembangan industri pertanian di Sulawesi Tenggara,” lanjutnya.
Bentuk-Bentuk Kerjasama yang Telah Disepakati
Kerjasama yang telah disepakati antara Universitas Muhammadiyah Kendari dan mitra industri mencakup lima pilar utama. Pertama, program magang intensif yang memungkinkan mahasiswa Fakultas Agribisnis untuk bekerja langsung di lapangan dengan bimbingan profesional dari industri. Program ini dirancang untuk berlangsung minimal empat bulan dalam setiap tahun akademik, dengan target menempatkan minimal 200 mahasiswa per tahun.
Kedua, pengembangan kurikulum berbasis kompetensi yang disesuaikan dengan standar industri nasional dan internasional. Mitra industri terlibat aktif dalam proses revisi kurikulum untuk memastikan bahwa materi pembelajaran mencerminkan praktik-praktik terkini dalam industri agribisnis.
“Kami melibatkan praktisi industri dalam tim pengembang kurikulum. Mereka memberikan masukan berharga tentang kompetensi apa saja yang benar-benar dibutuhkan di lapangan,” jelas Dr. Ir. Siti Fatimah Zahra, M.Agr., Dekan Fakultas Agribisnis Unismuh Kendari.
Ketiga, program penelitian kolaboratif yang menggabungkan resources akademik dengan keahlian industri. Proyek-proyek penelitian ini difokuskan pada peningkatan produktivitas pertanian, pengembangan teknologi pertanian berkelanjutan, dan diversifikasi produk agribisnis lokal.
Keempat, seminar dan workshop reguler yang menghadirkan para ahli dan praktisi dari industri untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada mahasiswa dan dosen. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan wawasan akademis, tetapi juga membangun networking yang kuat antara civitas akademika dengan para profesional industri.
Kelima, scholarship dan beasiswa parsial untuk mahasiswa berprestasi yang ditawarkan oleh mitra industri. Inisiatif ini dimaksudkan untuk memberikan dukungan finansial sekaligus menciptakan loyalitas jangka panjang antara institusi pendidikan dan industri.
Perusahaan Mitra dan Komitmen Mereka
PT Nusantara Pertanian Indonesia, salah satu pemain utama dalam industri agribisnis Indonesia, telah menandatangani memorandum of understanding dengan Unismuh Kendari. Perusahaan ini berkomitmen untuk membuka 50 kesempatan magang per tahun bagi mahasiswa Fakultas Agribisnis. Selain itu, PT Nusantara juga akan menyediakan laboratorium mobile untuk kegiatan penelitian dan pelatihan di kampus.
“Sebagai perusahaan yang beroperasi di berbagai wilayah Indonesia termasuk Sulawesi Tenggara, kami memahami pentingnya sumber daya manusia yang berkualitas dan berpengalaman. Kerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Kendari memberikan kami akses ke talenta muda yang energik dan termotivasi. Sementara bagi universitas, kami dapat memberikan exposure praktis yang sangat berharga,” ungkap Ir. Bambang Setiawan, Direktur Human Resource Development PT Nusantara Pertanian Indonesia, dalam sebuah pernyataan tertulis.
PT Sulawesi Agro Sejahtera, perusahaan yang fokus pada pengembangan pertanian organik dan sustainable farming, juga turut menjadi mitra utama. Mereka menjalankan program magang yang lebih spesifik pada teknik pertanian organik dan manajemen agribisnis berskala kecil hingga menengah.
“Kami percaya bahwa pertanian organik adalah masa depan. Oleh karena itu, kami ingin berinvestasi dalam pengembangan sumber daya manusia yang memahami konsep-konsep pertanian berkelanjutan sejak dari bangku kuliah,” jelas Sdr. Eka Prasetya, General Manager PT Sulawesi Agro Sejahtera.
Selain perusahaan korporat, Universitas Muhammadiyah Kendari juga menjalin kerjasama dengan beberapa kooperasi petani lokal dan kelompok usaha bersama (KUB) yang tersebar di berbagai kabupaten di Sulawesi Tenggara. Kerjasama ini menciptakan jembatan yang lebih dekat antara mahasiswa dengan petani lokal dan UMKM agribisnis.
Dampak dan Harapan ke Depan
Dampak langsung dari kerjasama ini sudah mulai terlihat. Pertama, peningkatan relevansi pendidikan. Kurikulum yang dirancang dengan melibatkan industri memastikan bahwa mahasiswa mempelajari teori dan praktik yang benar-benar dibutuhkan di dunia kerja.
Kedua, peningkatan employability mahasiswa. Data awal menunjukkan bahwa lulusan Fakultas Agribisnis Unismuh Kendari yang telah mengikuti program magang dengan mitra industri memiliki tingkat penyerapan kerja yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol.
Ketiga, penelitian yang lebih aplikatif dan berdampak sosial. Penelitian kolaboratif antara dosen dan industri menghasilkan solusi-solusi praktis yang dapat langsung diterapkan oleh petani dan pelaku usaha agribisnis lokal.
Keempat, penguatan ekosistem agribisnis Sulawesi Tenggara. Melalui pelatihan, penelitian, dan inovasi yang terus-menerus, kerjasama ini berkontribusi pada peningkatan produktivitas dan daya saing industri pertanian regional.
Dr. Ir. Siti Fatimah Zahra mengungkapkan optimismenya mengenai masa depan kerjasama ini. “Kami menargetkan bahwa dalam tiga tahun ke depan, minimal 90 persen lulusan Fakultas Agribisnis akan langsung terserap dalam dunia kerja atau memulai usaha agribisnis sendiri. Kerjasama dengan industri adalah kunci untuk mencapai target ambisius ini,” katanya.
Lebih jauh, universitas juga berencana untuk mengembangkan center of excellence dalam bidang agribisnis berkelanjutan di Sulawesi Tenggara. Pusat ini akan menjadi hub untuk penelitian, pelatihan, dan pengembangan inovasi yang melibatkan akademisi, industri, dan komunitas petani lokal.
Tantangan dan Strategi Mengatasinya
Meskipun penuh dengan harapan, kerjasama ini juga menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah keterbatasan infrastruktur dan fasilitas di kampus untuk mendukung program-program kolaboratif. Untuk mengatasinya, universitas telah mengalokasikan dana signifikan dalam APBN kampus untuk meningkatkan fasilitas laboratorium, green house, dan fasilitas praktik pertanian di lahan milik kampus.
Tantangan lain adalah kesenjangan geografis dan logistik. Mengingat letak geografis Kendari yang relatif jauh dari pusat industri utama, koordinasi dan mobilitas dalam program magang dan riset memerlukan perencanaan matang. Universitas telah mengembangkan protokol efisien dan memanfaatkan teknologi digital untuk mengatasi hambatan ini.
“Kami juga menggunakan platform digital untuk menyelenggarakan webinar dan workshop dengan para ahli dari berbagai belahan negeri, sehingga mahasiswa tetap dapat mengakses pengetahuan terkini tanpa harus bepergian jauh,” tambah Dekan Zahra.
Pandangan ke Depan
Kerjasama strategis antara Universitas Muhammadiyah Kendari dan industri agribisnis merupakan langkah progresif dalam mengubah lanskap pendidikan tinggi di kawasan timur Indonesia. Dengan melibatkan stakeholder industri secara aktif dalam proses pendidikan, universitas tidak hanya meningkatkan kualitas lulusannya, tetapi juga berperan aktif dalam pembangunan ekonomi daerah.
Rencana ekspansi kerjasama juga sedang dalam tahap diskusi. Universitas sedang mempertimbangkan untuk membuka program dual degree dengan beberapa universitas agraris terkemuka di Asia Tenggara, yang melibatkan partisipasi dari mitra industri internasional.
“Visi kami adalah membuat Universitas Muhammadiyah Kendari menjadi jembatan yang menghubungkan talenta lokal dengan peluang global dalam industri agribisnis. Kerjasama dengan industri adalah instrumen strategis untuk mewujudkan visi ini,” pungkas Rektor Upu.
Dengan semangat kolaborasi yang kuat dan komitmen bersama, Universitas Muhammadiyah Kendari beserta mitra industri siap melangkah ke era baru dalam pengembangan sumber daya manusia berkualitas tinggi yang mampu menggerakkan roda industri agribisnis Indonesia dengan lebih maju dan berkelanjutan.