KENDARI – Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh Universitas Muhammadiyah Kendari (Unismuh Kendari), khususnya dari Fakultas Agribisnis. Mahasiswa program studi Agribisnis, Bayu Pratama Wijaya (21), berhasil meraih posisi juara pertama dalam Kompetisi Inovasi Pertanian Berkelanjutan tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian dan Perhimpunan Mahasiswa Agribisnis Indonesia (PMAI) pada 14–16 April 2026 di Jakarta Convention Center.
Pencapaian luar biasa ini menjadi momentum penting bagi Fakultas Agribisnis Unismuh Kendari untuk terus meningkatkan kualitas akademik dan riset yang berorientasi pada pemecahan masalah pertanian Indonesia. Kompetisi bergengsi yang menghadirkan lebih dari 150 peserta dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia ini menjadi wadah bagi mahasiswa agribisnis untuk menunjukkan inovasi dan kreativitas mereka dalam mengembangkan pertanian berkelanjutan.
Inovasi yang Mengubah Segalanya
Bayu Pratama Wijaya, mahasiswa semester enam ini, mempersembahkan inovasi berupa aplikasi mobile bernama “AgriLink” yang dirancang khusus untuk menghubungkan petani lokal dengan pasar modern secara langsung, mengurangi peran tengkulak, dan meningkatkan nilai jual produk pertanian. Aplikasi ini dilengkapi dengan fitur analisis cuaca real-time, prediksi hama tanaman berbasis artificial intelligence, serta sistem logistik yang terintegrasi.
“Ide awal datang ketika saya melihat langsung kondisi petani di Sulawesi Tenggara yang masih sangat bergantung pada perantara. Mereka bekerja keras, namun keuntungan yang didapat jauh lebih kecil dari yang seharusnya. Dari situlah saya mulai berpikir bagaimana teknologi bisa membantu mereka,” ungkap Bayu saat diwawancarai di Ruang Dekanat Fakultas Agribisnis Unismuh Kendari, Kamis (17 April 2026).
Aplikasi AgriLink telah diuji coba di lima kabupaten di Sulawesi Tenggara melibatkan lebih dari 200 petani sebagai pengguna beta. Hasil pengujian menunjukkan peningkatan efisiensi pemasaran sebesar 45 persen dan peningkatan margin keuntungan petani hingga 38 persen dalam waktu tiga bulan pertama. Data ini menjadi salah satu faktor utama yang membuat juri kompetisi memberikan skor tertinggi kepada inovasi Bayu.
Dukungan Penuh dari Kampus
Kesuksesan Bayu tidak terlepas dari dukungan sistematis dari Fakultas Agribisnis dan seluruh lingkungan Universitas Muhammadiyah Kendari. Dekan Fakultas Agribisnis, Prof. Dr. Ir. Ahmad Syaiful Bahri, M.Sc., mengatakan bahwa pencapaian ini adalah bukti nyata dari komitmen fakultas dalam mengembangkan pendidikan agribisnis yang aplikatif dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.
“Saya sangat bangga dengan prestasi Bayu. Ini bukan hanya kebanggaan pribadi mahasiswa, tetapi juga kebanggaan institusi kami. Fakultas Agribisnis Unismuh Kendari telah mempersiapkan mahasiswa tidak hanya dengan pengetahuan teori, tetapi juga dengan keterampilan praktis dan jiwa entrepreneurship yang kuat,” jelas Prof. Ahmad dalam pernyataan resmi kepada media pada Rabu (16 April 2026).
Lebih lanjut, Prof. Ahmad menambahkan bahwa program-program unggulan di fakultasnya telah dirancang untuk mendorong mahasiswa berinovasi dan berkreasi. “Kami memiliki inkubator bisnis agribisnis yang memberikan pendampingan intensif kepada mahasiswa yang memiliki ide bisnis. Selain itu, kami juga bermitra dengan berbagai instansi pemerintah dan swasta untuk memberikan kesempatan magang dan riset yang berkualitas tinggi,” jelasnya.
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Mahfudz, S.E., M.M., juga mengapresiasi pencapaian ini dalam sebuah pernyataan tertulis. “Prestasi Bayu Pratama Wijaya adalah inspirasi bagi seluruh mahasiswa Unismuh Kendari untuk terus berinovasi dan berkontribusi pada pembangunan Indonesia. Universitas Muhammadiyah Kendari berkomitmen untuk terus meningkatkan sarana dan prasarana penelitian serta mendorong budaya akademik yang inovatif dan inklusif,” kata Prof. Mahfudz.
Perjalanan Menuju Puncak
Perjalanan Bayu menuju penghargaan nasional dimulai sejak semester ketiga ketika dia mengambil mata kuliah “Kewirausahaan Agribisnis” yang diampu oleh Dr. Hendra Pratama, S.E., M.B.A. Dalam kelas tersebut, Bayu mulai mengembangkan ide awalnya tentang digitalisasi pertanian.
“Saya melihat Bayu memiliki passion yang luar biasa terhadap topik pertanian digital. Dia tidak hanya belajar dari teori, tetapi langsung turun ke lapangan untuk mengobservasi dan memahami masalah yang dihadapi petani. Dari sinilah ide AgriLink mulai terbentuk dengan matang,” cerita Dr. Hendra Pratama, dosen pembimbing akademik Bayu.
Untuk mewujudkan idenya, Bayu direkomendasikan oleh Dr. Hendra untuk bergabung dengan program inkubator bisnis “Agribisnis Innovation Hub” yang dijalankan oleh Fakultas Agribisnis bekerjasama dengan Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Tenggara. Dalam program ini, Bayu mendapatkan mentor bisnis, akses ke sumber daya teknologi, dan pendanaan awal untuk mengembangkan prototipe aplikasi AgriLink.
“Proses pengembangan AgriLink tidaklah mudah. Saya menghabiskan puluhan jam untuk coding, testing, dan perbaikan berdasarkan feedback dari pengguna beta. Namun dukungan dari dosen, mentor, teman-teman, dan keluarga membuat saya tetap termotivasi untuk terus maju,” kenang Bayu dengan senyuman yang lega.
Kompetisi yang Ketat
Kompetisi Inovasi Pertanian Berkelanjutan 2026 merupakan ajang prestisius yang diikuti oleh mahasiswa agribisnis terbaik dari seluruh Indonesia. Peserta harus melalui beberapa tahap seleksi, mulai dari proposal awal, presentasi daring, hingga presentasi langsung di hadapan juri yang terdiri dari akademisi, praktisi industri, dan perwakilan kementerian.
Di fase final, Bayu bersaing dengan empat peserta lainnya yang semuanya membawa inovasi menarik. Salah seorang peserta dari Institut Pertanian Bogor (IPB) membawa inovasi tentang biofortifikasi padi untuk meningkatkan kandungan nutrisi. Peserta lain dari Universitas Diponegoro menghadirkan sistem irigasi hemat air berbasis sensor IoT.
“Juri sangat terkesan dengan konsep AgriLink yang holistik dan langsung dapat diimplementasikan di lapangan. Selain itu, data empiris dari pengujian lapangan di Sulawesi Tenggara menunjukkan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan petani. Ini yang membedakan AgriLink dari inovasi-inovasi lainnya,” jelas Ketua Juri Kompetisi, Prof. Dr. Bambang Setiawan dari Universitas Gadjah Mada, dalam pengumuman pemenang pada 16 April 2026.
Dampak dan Rencana Kedepan
Penghargaan yang diterima Bayu tidak hanya berupa trofi dan sertifikat, tetapi juga hadiah uang tunai sebesar Rp 100 juta dan kesempatan untuk mempresentasikan idenya kepada berbagai stakeholder pertanian di tingkat nasional dan internasional. Selain itu, Bayu juga mendapatkan penawaran untuk bekerja sama dengan beberapa perusahaan teknologi dan lembaga pengembangan agribisnis.
“Rencana saya kedepan adalah mengembangkan AgriLink ke level yang lebih besar, tidak hanya di Sulawesi Tenggara tetapi di seluruh Indonesia. Saya juga ingin menambahkan fitur-fitur baru seperti blockchain untuk verifikasi produk organik dan sistem pembayaran yang lebih fleksibel untuk petani,” papar Bayu dengan antusiasme tinggi.
Wakil Dekan I Bidang Akademik, Dr. Suherman, S.P., M.Agr., menyatakan bahwa prestasi Bayu akan dijadikan case study dalam pembelajaran di Fakultas Agribisnis. “Kami akan mendokumentasikan perjalanan Bayu dan menjadikannya bahan pembelajaran bagi mahasiswa lain tentang bagaimana mengubah ide menjadi inovasi yang berdampak. Ini sangat penting untuk membangun ekosistem inovasi di kampus kami,” tutur Dr. Suherman.
Selain Bayu, Fakultas Agribisnis Unismuh Kendari juga terus mendorong mahasiswa lainnya untuk mengikuti berbagai kompetisi dan kegiatan akademik bertaraf nasional dan internasional. “Kami percaya bahwa setiap mahasiswa memiliki potensi untuk berprestasi tinggi. Yang kita butuhkan adalah sistem dukungan yang tepat, lingkungan akademik yang kondusif, dan kesempatan untuk mengeksplorasi ide-ide kreatif mereka,” kata Prof. Ahmad Syaiful Bahri.
Penutup
Pencapaian gemilang Bayu Pratama Wijaya menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari dan mahasiswa agribisnis di Indonesia pada umumnya. Penghargaan nasional ini membuktikan bahwa inovasi dan dedikasi adalah kunci untuk memberikan solusi nyata terhadap permasalahan pertanian Indonesia yang kompleks.
Dengan semangat yang sama, Universitas Muhammadiyah Kendari terus berkomitmen untuk mengembangkan pendidikan agribisnis berkualitas tinggi yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat. Prestasi Bayu adalah bukti nyata bahwa visi Unismuh Kendari sebagai institusi pendidikan yang menghasilkan lulusan berkompetensi dan berdampak sosial mulai terwujud.
Perjalanan Bayu baru saja dimulai, dan ekspektasi terhadap kontribusinya bagi pertanian Indonesia sangat besar. Semoga prestasi ini menjadi awal dari serangkaian pencapaian luar biasa yang akan terus menginspirasi generasi mahasiswa berikutnya untuk terus berinovasi demi kemajuan pertanian dan kesejahteraan petani Indonesia.
—
Penulis: Tim Redaksi Berita Kampus
Tanggal Publikasi: 17 April 2026
Lokasi: Kendari, Sulawesi Tenggara