KENDARI – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Agribisnis Universitas Muhammadiyah Kendari menggelar peluncuran program inovatif bertajuk “Agri-Entrepreneur Young Farmers” pada hari Sabtu, 19 April 2026, di Aula Utama Gedung Rektorat Kampus Kendari. Program ini dirancang khusus untuk memberdayakan mahasiswa melalui pelatihan kewirausahaan di bidang agribisnis modern, dengan target menciptakan minimal 50 lulusan mahasiswa yang siap berwirausaha dalam sektor pertanian dan agribisnis.
Kehadiran acara peluncuran program ini diikuti oleh lebih dari 300 peserta, termasuk mahasiswa dari berbagai program studi, dosen pendamping, perwakilan Pemerintah Daerah Kendari, serta pelaku usaha agribisnis lokal. Antusiasme peserta tercermin dari keterbatasan tempat duduk yang tersedia, sehingga panitia harus menambahkan kapasitas ruangan di menit-menit terakhir sebelum acara dimulai.
Latar Belakang Program dan Visi Strategis
Peluncuran program “Agri-Entrepreneur Young Farmers” merupakan hasil dari riset mendalam yang dilakukan oleh pengurus BEM Fakultas Agribisnis selama enam bulan terakhir. Penelitian tersebut mengidentifikasi bahwa meskipun Sulawesi Tenggara memiliki potensi pertanian yang sangat besar, khususnya dalam sektor perkebunan dan hortikultura, namun masih banyak lulusan Fakultas Agribisnis yang mengalami kesulitan dalam mengembangkan ide bisnis pertanian mereka sendiri.
Data yang dikumpulkan menunjukkan bahwa hanya 15% dari lulusan Fakultas Agribisnis Unismuh Kendari dalam lima tahun terakhir yang berhasil membuka usaha sendiri di bidang agribisnis. Angka tersebut jauh di bawah rata-rata nasional untuk program studi serupa, yang mencapai 28%. Situasi ini mendorong BEM untuk mengambil inisiatif nyata dalam mengubah paradigma mahasiswa tentang karir setelah lulus.
“Kami melihat ada kesenjangan antara ilmu yang diajarkan di kampus dengan aplikasi praktis dalam membangun usaha agribisnis dari nol,” ungkap Ananda Prasetyo, Ketua BEM Fakultas Agribisnis 2025-2026, dalam pembukaan acara. Prasetyo, mahasiswa semester enam jurusan Manajemen Agribisnis, menambahkan bahwa program ini bukan sekadar teori, melainkan pembelajaran berbasis praktek langsung.
Struktur dan Mekanisme Program
Program “Agri-Entrepreneur Young Farmers” dirancang dalam tiga fase utama yang akan berjalan selama 12 bulan ke depan. Fase pertama, berlangsung dari April hingga Juni 2026, berfokus pada seleksi peserta dan pelatihan dasar kewirausahaan agribisnis. Peserta yang terpilih akan mengikuti workshop intensif yang mencakup topik-topik seperti analisis pasar pertanian, manajemen modal usaha, pemasaran digital untuk produk pertanian, dan pengelolaan rantai pasokan.
Fase kedua, dari Juli hingga Oktober 2026, merupakan tahap pengembangan ide bisnis. Setiap peserta yang lolos dari fase pertama akan membentuk kelompok usaha beranggotakan tiga hingga lima orang. Kelompok-kelompok ini kemudian akan mengembangkan proposal usaha agribisnis yang konkret, lengkap dengan analisis kelayakan finansial dan pemasaran.
“Kami akan memberikan mentoring langsung dari praktisi dan akademisi yang berpengalaman,” jelas Dr. Muhammad Ridho Harjanto, Dekan Fakultas Agribisnis Unismuh Kendari, dalam kesempatan yang sama. Dr. Ridho menekankan bahwa setiap ide bisnis peserta akan dievaluasi secara ketat oleh dewan juri yang terdiri dari akademisi, praktisi bisnis, dan perwakilan dari Dinas Pertanian Sulawesi Tenggara.
Fase ketiga, berlangsung dari November 2026 hingga April 2027, adalah pelaksanaan pilot project. Peserta yang ide bisnisnya terpilih akan mendapatkan bantuan pendanaan awal sebesar Rp 10 juta hingga Rp 50 juta, tergantung dari skala usaha yang direncanakan. Dana tersebut akan digunakan untuk pembelian bibit, peralatan, atau modal operasional awal.
Dukungan Institusional dan Kemitraan Strategis
Kesuksesan program ini didukung penuh oleh pimpinan universitas. Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Bambang Suhendra, dalam sambutannya via video conference karena sedang berada di Jakarta, menyatakan bahwa program ini sejalan dengan visi Unismuh Kendari untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya terampil secara akademis, tetapi juga memiliki semangat entrepreneurship yang tinggi.
“Universitas Muhammadiyah memiliki tradisi kuat dalam mendukung kewirausahaan sosial dan ekonomi. Program ini adalah manifestasi nyata dari komitmen kami untuk memberdayakan mahasiswa agar menjadi agent of change di masyarakat,” ujar Prof. Bambang dalam sambutannya yang diputarkan melalui proyektor.
Selain dukungan dari level universitas, program ini juga mendapat kemitraan strategis dari beberapa lembaga eksternal. Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Tenggara, melalui Kepala Bidang Pengembangan Pertanian Berkelanjutan, berkomitmen untuk memberikan akses kepada peserta program terhadap berbagai informasi tentang peluang pasar dan regulasi pertanian terkini.
Lebih menarik lagi, beberapa perusahaan agribisnis besar di kawasan Sulawesi Tenggara, seperti PT Citra Agro Mandiri dan Koperasi Petani Kendari, telah menjalin kerja sama dengan BEM untuk menjadi mitra dalam pelatihan dan pemasaran produk dari peserta program. “Kami melihat ini sebagai investasi jangka panjang untuk mengembangkan ekosistem agribisnis yang sehat di Kendari,” kata Bambang Suryanto, Direktur Operasional PT Citra Agro Mandiri.
Testimoni dan Ekspektasi Peserta
Tidak semua mahasiswa yang hadir dalam acara peluncuran langsung mendaftar sebagai peserta. Sebagian dari mereka terlebih dahulu ingin memahami lebih detail tentang komitmen waktu dan sumber daya yang dibutuhkan. Namun, beberapa mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi dan langsung mengisi formulir pendaftaran di stand registrasi yang tersedia.
Rini Susanti, mahasiswa semester empat jurusan Agronomi, mengungkapkan motivasinya untuk mengikuti program ini. “Saya sangat tertarik dengan program ini karena sejak awal saya masuk kuliah, impian saya adalah memiliki usaha sendiri, khususnya di bidang budidaya sayuran organik. Program ini memberikan roadmap yang jelas untuk mewujudkan impian tersebut,” ungkapnya sambil tersenyum.
Sementara itu, Hendra Wijaya, mahasiswa semester enam jurusan Manajemen Agribisnis, lebih fokus pada aspek finansial dari program ini. “Saya bersyukur ada program yang memberikan akses pendanaan awal untuk ide bisnis saya. Tidak semua mahasiswa dari keluarga mampu, dan ini membuka peluang bagi semua orang untuk mencoba memulai bisnis,” katanya.
Mekanisme Seleksi dan Kriteria Peserta
Proses seleksi peserta program “Agri-Entrepreneur Young Farmers” dirancang untuk mengidentifikasi individu dengan potensi tinggi dan motivasi kuat untuk berwirausaha. Kepanitiaan telah menetapkan beberapa kriteria yang harus dipenuhi oleh calon peserta.
Pertama, peserta harus merupakan mahasiswa aktif Universitas Muhammadiyah Kendari dari berbagai program studi, dengan prioritas pada mahasiswa dari Fakultas Agribisnis. Kedua, peserta harus telah menyelesaikan minimal 40 SKS (Satuan Kredit Semester). Ketiga, peserta harus memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2,75. Kriteria akademis ini bertujuan untuk memastikan peserta memiliki dasar pengetahuan yang cukup dan fokus dalam studi mereka.
Selain kriteria akademis, peserta juga harus mengisi formulir pernyataan motivasi dan proposal ide bisnis sederhana. Proposal tersebut akan digunakan sebagai dasar pertimbangan dalam tahap seleksi wawancara. “Kami tidak hanya mencari mahasiswa dengan nilai tinggi, tetapi juga mereka yang memiliki visi jelas tentang bisnis yang ingin mereka jalankan,” jelas Siti Nurhaliza, Wakil Ketua BEM Fakultas Agribisnis yang merangkap sebagai Koordinator Program.
Harapan dan Dampak Jangka Panjang
Kepanitiaan program memiliki target ambisius namun realistis. Dalam tahap pertama (April-Juni 2026), mereka menargetkan minimal 100 pendaftar, dari mana akan dipilih 50 peserta untuk melanjutkan ke fase kedua. Dari 50 peserta tersebut, diharapkan minimal 20 kelompok usaha akan berhasil melewati tahap evaluasi ide bisnis dan mendapatkan pendanaan.
“Jika target ini tercapai, maka dalam waktu satu tahun ke depan, kami akan telah menciptakan 20 unit usaha agribisnis baru yang dijalankan oleh alumni BEM kami. Angka ini mungkin tidak terdengar besar, tetapi efek domino dari keberhasilan ini akan sangat signifikan,” ujar Ananda Prasetyo dengan optimisme.
Dr. Muhammad Ridho Harjanto, Dekan Fakultas Agribisnis, juga menambahkan perspektif akademis tentang dampak program ini terhadap kurikulum dan pengajaran di fakultas. “Kami akan mengintegrasikan pembelajaran dari praktik langsung peserta program ini ke dalam kurikulum kami. Ini akan membuat pendidikan agribisnis kami semakin relevant dengan kebutuhan industri,” ungkapnya.
Lebih jauh, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan engagement antara universitas dan komunitas bisnis lokal. Melalui kemitraan dengan perusahaan agribisnis dan koperasi petani, Universitas Muhammadiyah Kendari dapat lebih memahami kebutuhan industri dan menyesuaikan program pendidikan sesuai dengan kebutuhan tersebut.
Penutup dan Langkah Selanjutnya
Peluncuran program “Agri-Entrepreneur Young Farmers” menandai dimulainya era baru bagi BEM Fakultas Agribisnis Universitas Muhammadiyah Kendari dalam berkontribusi nyata terhadap pengembangan mahasiswa. Bukan hanya sebagai organisasi yang mengelola kegiatan kemahasiswaan, BEM kini juga berperan aktif dalam pemberdayaan ekonomi mahasiswa.
Pendaftaran program telah dibuka secara resmi sejak acara peluncuran hari Sabtu, 19 April 2026, dan akan terus berlangsung hingga 31 Mei 2026. Calon peserta dapat mendaftar melalui dua cara: secara langsung ke kantor BEM Fakultas Agribisnis di Gedung A Lantai 2, atau melalui pendaftaran online via laman website resmi Universitas Muhammadiyah Kendari.
Dengan dukungan dari berbagai pihak dan semangat tinggi dari mahasiswa, program “Agri-Entrepreneur Young Farmers” diprediksi akan menjadi salah satu program unggulan BEM yang tidak hanya berdampak positif bagi mahasiswa peserta, tetapi juga bagi pengembangan industri agribisnis di Sulawesi Tenggara secara luas. Ini adalah langkah konkret dari kampus dalam mewujudkan Tri Darma Perguruan Tinggi dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan dan inovasi.
—
Redaksi Kampus
Kendari, 19 April 2026