Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Fakultas Agribisnis, resmi meluncurkan platform digital terpadu pada Jumat, 30 Maret 2026. Inisiatif transformasi digital ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan mempersiapkan mahasiswa menghadapi era industri pertanian modern yang semakin kompetitif.
Platform digital yang diberi nama “Agri-Connect” ini mengintegrasikan sistem pembelajaran daring, manajemen data pertanian real-time, simulasi agribisnis, serta koneksi langsung dengan mitra industri. Peluncuran dilakukan di auditorium Gedung Pusat Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari, dihadiri oleh para stakeholder pendidikan, pejabat pemerintah daerah, serta pelaku bisnis pertanian dari berbagai wilayah di Sulawesi Tenggara.
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Muh. Arif Mahmud, M.Si., menyatakan bahwa peluncuran platform ini merupakan komitmen institusi untuk memberikan pendidikan agribisnis berkualitas tinggi yang relevan dengan kebutuhan industri. “Kami memahami bahwa sektor pertanian dan agribisnis memerlukan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki pengetahuan teoritis, tetapi juga kemampuan praktis dalam mengaplikasikan teknologi digital terkini. Platform Agri-Connect dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara akademisi dan industri,” ujar Prof. Arif dalam pidato peluncuran yang disampaikan dengan penuh semangat.
### Latar Belakang Transformasi Digital
Keputusan Universitas Muhammadiyah Kendari untuk melakukan transformasi digital di Fakultas Agribisnis tidak datang begitu saja. Analisis mendalam terhadap kebutuhan industri agribisnis di Sulawesi Tenggara menunjukkan bahwa terdapat kesenjangan signifikan antara kompetensi lulusan dengan permintaan pasar kerja. Menurut laporan studi kelayakan yang dilakukan oleh tim riset kampus pada tahun 2024-2025, hanya 62 persen lulusan Fakultas Agribisnis yang berhasil terserap ke industri dengan posisi sesuai keahlian dalam waktu enam bulan setelah wisuda.
“Angka tersebut memotivasi kami untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap kurikulum dan metode pembelajaran. Kami melakukan focus group discussion dengan lebih dari 150 alumni yang tersebar di berbagai perusahaan agribisnis dan pertanian, serta 45 perusahaan mitra. Hasilnya jelas menunjukkan bahwa mahasiswa kami membutuhkan pengalaman praktis yang lebih intensif dengan teknologi digital,” kata Dr. Siti Nurhaliza, Dekan Fakultas Agribisnis Universitas Muhammadiyah Kendari.
Selain itu, perkembangan teknologi pertanian presisi, big data analytics, dan Internet of Things (IoT) dalam sektor agribisnis telah mengubah lanskap industri secara fundamental. Tanpa adaptasi pendidikan, mahasiswa risiko menjadi tertinggal dalam kompetisi mencari pekerjaan di era digital ini.
### Fitur-Fitur Unggulan Platform Agri-Connect
Platform Agri-Connect dirancang dengan pendekatan holistik untuk mencakup seluruh spektrum pembelajaran agribisnis modern. Beberapa fitur unggulannya antara lain:
Pertama, Learning Management System (LMS) Terintegrasi. Platform ini menyediakan ruang pembelajaran daring yang komprehensif, lengkap dengan video pembelajaran berkualitas tinggi, materi interaktif, kuis adaptif, serta sistem penilaian otomatis. Mahasiswa dapat mengakses materi kapan saja dan dari mana saja, memberikan fleksibilitas dalam menjalani proses pembelajaran.
Kedua, Simulasi Agribisnis Berbasis Virtual Reality (VR). Fitur ini memungkinkan mahasiswa untuk melakukan simulasi menjalankan usaha agribisnis dalam lingkungan virtual yang realistis. Mereka dapat mengalami berbagai skenario bisnis, mulai dari perencanaan lahan, pemilihan bibit, manajemen input produksi, hingga pemasaran dan penjualan hasil panen. Teknologi VR memberikan pengalaman immersive yang mendekati kondisi lapangan nyata tanpa perlu keluar dari kampus.
Ketiga, Real-Time Agricultural Data Dashboard. Platform ini terhubung langsung dengan sensor IoT yang ditempatkan di lahan pertanian milik kampus dan mitra industri. Mahasiswa dapat memantau data real-time tentang kelembaban tanah, suhu udara, tingkat radiasi sinar matahari, dan berbagai parameter pertanian lainnya. Dashboard interaktif ini membantu mahasiswa memahami dinamika pertanian presisi dan membuat keputusan berbasis data.
Keempat, Industry Connection Hub. Fitur ini menghubungkan mahasiswa dengan profesional industri agribisnis, memberikan peluang untuk networking, magang virtual, dan kolaborasi proyek. Perusahaan mitra dapat langsung membuka lowongan kerja, memberikan mentoring, atau mengajak mahasiswa untuk terlibat dalam riset dan pengembangan.
Kelima, Portfolio dan Competency Tracking. Sistem ini secara otomatis mencatat dan mendokumentasikan pencapaian akademik, keahlian praktis, dan pengalaman kerja setiap mahasiswa. Portfolio digital ini dapat dibagikan kepada calon pemberi kerja, meningkatkan peluang penempatan kerja.
### Proses Pengembangan dan Kolaborasi
Pengembangan platform Agri-Connect melibatkan kolaborasi lintas institusi dan pihak swasta. Universitas Muhammadiyah Kendari bekerja sama dengan PT Teknologi Agroindustri Indonesia, sebuah perusahaan teknologi pertanian yang berbasis di Jakarta, untuk mengembangkan infrastruktur dan fitur-fitur utama platform. Investasi awal untuk proyek ini mencapai 4,5 miliar rupiah, dengan sumber pendanaan dari dana operasional kampus, hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, serta kontribusi dari mitra industri.
“Kami sangat tertarik untuk berinvestasi dalam platform ini karena kami melihat potensi besar dalam menghasilkan talenta muda yang siap kerja di industri agribisnis. Dengan Agri-Connect, kami dapat lebih efisien dalam merekrut dan melatih calon karyawan sesuai dengan standar industri kami,” kata Ir. Bambang Hermanto, Direktur Utama PT Teknologi Agroindustri Indonesia.
Tim pengembang yang terdiri dari 25 orang mencakup software engineer, user experience designer, content creator, dan tenaga ahli agribisnis. Mereka bekerja selama 18 bulan untuk memastikan setiap fitur sesuai dengan kebutuhan spesifik pendidikan agribisnis dan standar industri internasional.
### Dampak terhadap Pembelajaran dan Karir Mahasiswa
Dosen Fakultas Agribisnis, Dr. Andi Wijaya, M.Agr., yang terlibat dalam proses pengembangan kurikulum digital, menyatakan optimismenya terhadap dampak platform ini. “Dengan adanya Agri-Connect, metode pengajaran kami berubah dari traditional lecture-based menjadi lebih experiential learning. Mahasiswa tidak hanya mendengarkan teori, tetapi langsung mempraktikkan dalam lingkungan yang mirip dengan dunia nyata. Ini akan meningkatkan pemahaman mereka secara signifikan,” paparnya.
Mahasiswa semester delapan Fakultas Agribisnis, Maudy Putri Kusuma, yang turut mencoba fitur beta platform, mengungkapkan antusiasmenya. “Saya sangat senang bisa menggunakan simulasi VR untuk menjalankan usaha pertanian. Pengalaman ini jauh lebih menarik dibanding hanya membaca buku teks. Saya jadi lebih memahami tantangan nyata yang dihadapi petani dan entrepreneur agribisnis. Ini sangat berguna untuk mempersiapkan saya memasuki dunia kerja,” katanya.
Data awal dari uji coba beta platform menunjukkan hasil yang menjanjikan. Dari 120 mahasiswa yang mencoba platform selama tiga bulan, tingkat engagement mencapai 87 persen, dengan tingkat kepuasan pengguna sebesar 8,6 dari 10. Nilai akademik mahasiswa yang menggunakan platform juga menunjukkan peningkatan rata-rata 0,8 poin pada skala 4.
### Ekspansi dan Visi Jangka Panjang
Peluncuran Agri-Connect merupakan fase pertama dari rencana transformasi digital yang lebih besar di Universitas Muhammadiyah Kendari. Dalam tiga tahun ke depan, sistem ini akan diperluas ke fakultas-fakultas lain seperti Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi, dan Fakultas Perikanan.
“Visi kami adalah menjadikan Universitas Muhammadiyah Kendari sebagai pusat inovasi pendidikan digital di kawasan Sulawesi Tenggara. Kami ingin menciptakan ekosistem pembelajaran yang komprehensif, di mana mahasiswa tidak hanya mendapatkan pendidikan berkualitas, tetapi juga pengalaman yang relevan dengan industri,” ungkap Prof. Arif dalam wawancara eksklusif dengan media kampus.
Rencana ekspansi ini juga mencakup pengembangan research lab berbasis teknologi, inkubasi bisnis untuk startup agribisnis, dan program pertukaran pelajar dengan universitas-universitas terkemuka di Asia yang memiliki program agribisnis digital.
### Respons Stakeholder Positif
Respons dari berbagai pihak stakeholder terhadap peluncuran Agri-Connect sangat positif. Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Tenggara, Ir. Hendra Suryanto, menyambut baik inisiatif ini sebagai kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia pertanian lokal.
“Sulawesi Tenggara memiliki potensi agribisnis yang luar biasa besar, mulai dari pertanian hortikultura, peternakan, hingga perikanan. Namun, yang kita butuhkan adalah SDM yang kompeten dan inovatif. Platform Agri-Connect ini adalah solusi konkret untuk menghasilkan generasi profesional pertanian yang siap mengembangkan sektor ini,” ujarnya.
Asosiasi Pengusaha Agribisnis Sulawesi Tenggara juga menyatakan kesediaannya untuk berkolaborasi lebih lanjut. “Kami siap membuka pintu bagi mahasiswa lulusan program digital Universitas Muhammadiyah Kendari. Kami percaya bahwa dengan pendidikan berbasis teknologi seperti ini, mereka akan menjadi aset berharga bagi industri kami,” kata Ketua Asosiasi, H. Achmad Ridho.
### Tantangan dan Strategi Mitigasi
Meskipun antusias, Dekan Fakultas Agribisnis mengakui bahwa implementasi platform digital sebesar ini tidak tanpa tantangan. Salah satu tantangan utama adalah aksesibilitas teknologi di kalangan mahasiswa yang berasal dari daerah terpencil di Sulawesi Tenggara.
“Kami menyadari bahwa tidak semua mahasiswa memiliki akses internet yang stabil atau perangkat yang canggih. Oleh karena itu, kami telah menyiapkan strategi mitigasi, termasuk penyediaan komputer lab di kampus dengan akses internet berkecepatan tinggi, serta pengembangan fitur offline-first di aplikasi mobile kami,” jelas Dr. Siti Nurhaliza.
Selain itu, pelatihan intensif untuk dosen juga menjadi prioritas. Universitas telah mengalokasikan anggaran khusus untuk program capacity building dosen, memastikan mereka mampu mengoptimalkan penggunaan platform dalam proses pembelajaran.
### Penutup
Peluncuran platform Agri-Connect pada 30 Maret 2026 menandai babak baru dalam pendidikan agribisnis di Universitas Muhammadiyah Kendari. Dengan menggabungkan teknologi terdepan seperti VR, IoT, dan big data analytics, kampus ini berusaha menciptakan pengalaman belajar yang holistik dan relevan dengan kebutuhan industri.
Inisiatif ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran mahasiswa, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan sektor agribisnis di Sulawesi Tenggara secara keseluruhan. Jika terbukti berhasil, model pembelajaran digital ini berpotensi menjadi rujukan bagi institusi pendidikan agribisnis lainnya di Indonesia.
Perjalanan transformasi digital baru saja dimulai, dan antusiasme dari berbagai pihak memberikan optimisme bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari siap memimpin revolusi pendidikan agribisnis di era digital ini.
—
Penulis: Redaksi Kampus
Kendari, 30 Maret 2026