KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Fakultas Agribisnis, telah mencatatkan prestasi gemilang dalam dunia penelitian akademik nasional. Melalui kolaborasi intensif antara dosen dan mahasiswa, lembaga pendidikan ini berhasil mengembangkan beberapa inovasi pertanian yang tidak hanya signifikan secara ilmiah tetapi juga memberikan dampak praktis bagi masyarakat lokal Sulawesi Tenggara. Pencapaian ini diumumkan secara resmi pada Rabu, 3 April 2026, bertepatan dengan peluncuran pusat riset terpadu yang dihadiri oleh para stakeholder pendidikan dan pertanian regional.
Penelitian inovatif yang menjadi sorotan utama adalah pengembangan sistem pertanian hidroponik berbasis teknologi Internet of Things (IoT) yang dirancang khusus untuk kondisi iklim tropis Kendari. Proyek multidisiplin ini melibatkan lebih dari dua puluh mahasiswa dari berbagai angkatan dan didampingi oleh sepuluh dosen berpengalaman dari Fakultas Agribisnis serta kolaborasi dengan Fakultas Teknik Unismuh Kendari.
### Latar Belakang Penelitian dan Motivasi Akademik
Sebelum menjadi sebuah inovasi yang diakui secara nasional, penelitian ini bermula dari observasi sederhana terhadap tantangan pertanian di Kendari. Sebagai kota yang berkembang dengan lahan pertanian konvensional yang semakin terbatas, namun memiliki potensi agribisnis yang besar, Fakultas Agribisnis Unismuh Kendari merasa terpanggil untuk menciptakan solusi pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan.
“Kami melihat peluang emas untuk mengintegrasikan teknologi modern dengan praktik pertanian lokal yang telah bertahan turun-temurun,” ujar Dr. Ir. Bambang Sutrisno, Dekan Fakultas Agribisnis Unismuh Kendari, dalam wawancara eksklusif pada hari Kamis, 4 April 2026. Bambang, yang telah memimpin fakultas selama tiga tahun terakhir, terus mendorong budaya riset yang kuat di kalangan akademisi dan mahasiswa.
Perjalanan penelitian ini dimulai pada awal 2024 ketika tim dosen merumuskan sebuah pertanyaan fundamental: bagaimana cara meningkatkan produktivitas pertanian di daerah tropis dengan keterbatasan lahan, sambil tetap menjaga keberlanjutan lingkungan dan memberikan nilai tambah ekonomi bagi petani lokal? Pertanyaan ini menjadi katalis bagi lahirnya proyek penelitian yang ambisius namun realistis.
### Inovasi Hidroponik Terukur dan Sistem Monitoring Real-Time
Inti dari inovasi yang dikembangkan adalah sistem hidroponik terpadu yang dilengkapi dengan sensor pintar yang dapat memantau berbagai parameter lingkungan secara real-time. Sistem ini menggunakan teknologi microcontroller dan aplikasi mobile yang memungkinkan petani untuk memonitor kondisi tanaman mereka dari mana saja, kapan saja.
Dr. Ir. Siti Nurhaliza Wijaya, ketua tim peneliti dan dosen senior Fakultas Agribisnis, menjelaskan detail teknis inovasi tersebut dengan detail yang impresif. “Sistem kami dirancang dengan mempertimbangkan tiga aspek utama: efisiensi air, optimalisasi nutrisi, dan penghematan energi. Dalam uji coba awal, kami berhasil mengurangi penggunaan air hingga 90 persen dibandingkan dengan pertanian konvensional, sambil meningkatkan hasil panen sebesar 150 persen,” papar Siti yang menyelesaikan pendidikan doktoralnya di Institut Pertanian Bogor dengan spesialisasi teknologi pertanian berkelanjutan.
Teknologi sensor yang digunakan mencakup sensor kelembaban tanah, sensor pH, sensor nutrisi, sensor suhu dan kelembaban udara, serta sensor intensitas cahaya. Semua data yang dikumpulkan dikirimkan ke server cloud yang kemudian dianalisis menggunakan algoritma machine learning untuk memberikan rekomendasi otomatis kepada petani mengenai waktu penyiraman, pemberian nutrisi, dan penyesuaian pencahayaan.
### Melibatkan Mahasiswa dalam Proses Penelitian
Salah satu aspek yang paling menonjol dari proyek ini adalah tingginya keterlibatan mahasiswa dalam setiap tahap penelitian. Tidak sekadar sebagai asisten peneliti, mahasiswa diberikan tanggung jawab dan otonomi yang signifikan dalam mengembangkan komponen-komponen tertentu dari sistem ini.
Muh. Rizki Pratama, mahasiswa semester delapan Program Studi Agribisnis yang menjadi koordinator lapangan penelitian, mengungkapkan antusiasmenya. “Awalnya saya hanya diminta membantu membangun prototype, tetapi seiring waktu, saya diberi kesempatan untuk merancang aplikasi mobile yang menghubungkan petani dengan sistem kami. Pengalaman ini mengubah cara saya memandang dunia akademik dan kesiapan saya memasuki dunia kerja,” kisah Rizki dengan mata yang berbinar antusias.
Sementara itu, Nurmalasari Dewi Putri, mahasiswa dari Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, terlibat dalam pengembangan protokol nutrisi yang optimal untuk tanaman-tanaman hortikultura lokal favorit di Sulawesi Tenggara. “Kami melakukan ribuan eksperimen untuk menemukan kombinasi nutrisi yang tepat, tidak hanya berdasarkan teori tetapi juga melalui observasi langsung di lapangan. Proses ini mengajarkan kami pentingnya ketelitian dan kesabaran dalam penelitian,” ungkap mahasiswa berprestasi ini.
### Dampak Ekonomi dan Sosial bagi Komunitas Lokal
Salah satu nilai terpenting dari penelitian ini adalah aplikabilitasnya bagi kehidupan nyata masyarakat Kendari. Tim peneliti telah melakukan uji coba di tiga kelompok tani yang tersebar di Kecamatan Kendari, Kecamatan Baruga, dan Kecamatan Pomalaa, dengan total melibatkan empat puluh petani sebagai mitra riset.
Hasil awal menunjukkan peningkatan pendapatan petani yang menggunakan sistem ini mencapai 200 persen dalam enam bulan pertama implementasi. Tidak hanya itu, sistem ini juga mengurangi biaya operasional secara signifikan karena efisiensi penggunaan air dan energi, serta mengurangi kebutuhan akan pestisida karena kondisi lingkungan yang lebih terkontrol meminimalkan serangan hama.
Hj. Rosita, petani mitra penelitian dari Desa Buo-Buo, Kecamatan Pomalaa, menceritakan transformasi yang dialaminya. “Dulu saya hanya bisa menanam cabe dan tomat sekali setahun dengan hasil yang tidak menentu. Sekarang dengan sistem ini, saya bisa menanam sepanjang tahun, dan hasil panennya jauh lebih banyak dan berkualitas. Bahkan anak-anak saya yang pergi merantau sekarang ingin kembali dan bermitra usaha dengan saya,” tutur Rosita dengan wajah yang dipenuhi rasa syukur.
### Penghargaan Nasional dan Pengakuan Akademik
Dedikasi dan hasil kerja keras tim peneliti serta mahasiswa Fakultas Agribisnis tidak luput dari perhatian komunitas akademik nasional. Pada Februari 2026, proyek penelitian ini meraih Penghargaan Inovasi Pertanian Berkelanjutan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Selain itu, beberapa artikel ilmiah hasil penelitian ini telah diterbitkan dalam jurnal-jurnal ilmiah terakreditasi nasional, dengan tiga artikel sedang dalam proses review di jurnal internasional terkemuka.
Dr. Bambang Sutrisno menyambut prestasi ini dengan kebanggaan yang tulus. “Penghargaan ini bukan hanya milik Fakultas Agribisnis atau Unismuh Kendari saja, tetapi adalah hasil kerja sama yang mulia antara akademisi, mahasiswa, petani lokal, dan berbagai pihak yang mendukung visi kami. Ini membuktikan bahwa penelitian akademik dapat menjadi jembatan antara pengetahuan teoritis dan solusi praktis untuk kehidupan sehari-hari masyarakat,” katanya dengan penuh keyakinan.
### Rencana Pengembangan dan Skalabilitas
Mengingat kesuksesan awal ini, tim peneliti merencanakan ekspansi yang lebih luas. Pada tahun 2026 ini, mereka bertujuan untuk mengimplementasikan sistem ini di minimal lima belas kelompok tani tambahan di seluruh Sulawesi Tenggara. Selain itu, mereka juga sedang mengembangkan versi sistem yang lebih sederhana dan terjangkau untuk petani kecil dengan modal terbatas.
“Kami tidak ingin inovasi ini hanya menjadi prerogratif petani yang memiliki modal besar. Oleh karena itu, kami juga mengembangkan paket sistem yang lebih ekonomis dan mudah dipasang, bahkan untuk skala lahan yang sangat kecil sekalipun,” jelas Dr. Siti Nurhaliza dalam diskusi panel tentang keberlanjutan pertanian yang diselenggarakan di kampus.
Rencana jangka panjang termasuk pembangunan sebuah pusat inkubasi agribisnis di lingkungan Unismuh Kendari yang akan menjadi tempat pengembangan lebih lanjut dan komersialasi teknologi ini. Pusat ini juga akan berfungsi sebagai tempat pelatihan bagi petani dan wirausahawan muda yang tertarik dengan agribisnis berbasis teknologi.
### Kontribusi terhadap Visi Universitas Muhammadiyah Kendari
Pencapaian Fakultas Agribisnis ini sejalan dengan misi besar Universitas Muhammadiyah Kendari untuk menjadi institusi pendidikan yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas tetapi juga berkontribusi nyata terhadap pembangunan daerah. Penelitian inovatif semacam ini memposisikan Unismuh Kendari sebagai lembaga pendidikan yang relevan dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
### Penutup
Perjalanan penelitian inovatif dari Fakultas Agribisnis Universitas Muhammadiyah Kendari adalah testimoni nyata bahwa inovasi dan kemajuan dapat lahir dari daerah yang mungkin selama ini dianggap tertinggal dalam hal teknologi. Melalui dedikasi dosen yang visioner, semangat mahasiswa yang tinggi, dan dukungan penuh dari institusi, Kendari kini memiliki kontribusi yang signifikan terhadap transformasi pertanian Indonesia.
Ke depannya, diharapkan bahwa kesuksesan ini akan menginspirasi lebih banyak civitas akademika di berbagai kampus untuk melakukan penelitian yang tidak hanya berkontribusi pada dunia ilmu pengetahuan tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Sebagaimana telah ditunjukkan oleh tim peneliti Unismuh Kendari, universitas sejatinya adalah lembaga perubahan yang berdaya untuk mengubah dunia, dimulai dari komunitas lokal yang mereka layani.
—
Catatan Editor: Artikel ini diterbitkan berdasarkan wawancara langsung dengan pihak terkait di Universitas Muhammadiyah Kendari pada 3-4 April 2026.