KENDARI — Universitas Muhammadiyah Kendari mencatat prestasi gemilang dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Sulawesi Tenggara. Fakultas Agribisnis, sebagai salah satu pilar akademik unggulan universitas, berhasil meraih nilai akreditasi “A” dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dalam evaluasi yang dilakukan pada kuartal pertama tahun 2026. Pencapaian ini menandai komitmen serius institusi dalam menghadirkan pendidikan berkelanjutan yang relevan dengan kebutuhan industri pertanian modern dan pembangunan ekonomi lokal.
Pengumuman resmi hasil akreditasi diterima pimpinan Universitas Muhammadiyah Kendari pada Jumat (13 April 2026) melalui surat keputusan dari BAN-PT. Hasil akreditasi tersebut menjadi bukti nyata dedikasi seluruh sivitas akademika Fakultas Agribisnis dalam menyelenggarakan proses pembelajaran yang komprehensif, didukung oleh fasilitas memadai, dan sumber daya manusia yang kompeten di bidangnya masing-masing.
Perjalanan Panjang Menuju Akreditasi "A"
Peraihan akreditasi “A” bukanlah pencapaian yang datang begitu saja. Menurut catatan institusional, proses persiapan akreditasi Fakultas Agribisnis telah dimulai sejak tahun 2023 dengan pembentukan tim kerja khusus yang melibatkan dosen, tenaga kependidikan, pimpinan fakultas, dan unsur pimpinan universitas. Persiapan intensif ini mencakup penyusunan dokumen evaluasi diri, perbaikan kurikulum, peningkatan infrastruktur pembelajaran, serta penguatan kemitraan dengan dunia usaha dan industri.
“Kami menyadari bahwa akreditasi bukan hanya sekadar sertifikat formal, tetapi merupakan satu bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat, khususnya kepada mahasiswa dan orang tua yang telah mempercayai institusi kami. Untuk itu, setiap tahapan persiapan kami jalani dengan sungguh-sungguh dan melibatkan seluruh stakeholder internal,” ujar Dr. Ir. Bambang Sutrisno, Dekan Fakultas Agribisnis Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam wawancara eksklusif dengan media kampus pada Senin (14 April 2026).
Sutrisno menambahkan bahwa pencapaian akreditasi “A” ini adalah hasil kolaborasi intensif antara berbagai departemen di fakultas. “Dari program studi Agribisnis hingga program studi Teknologi Pertanian, semua bekerja sama memenuhi standar-standar yang ditetapkan BAN-PT. Tidak ada yang bisa dicapai sendirian dalam perjalanan ini,” katanya lebih lanjut.
Standar Akreditasi dan Pemenuhan Kriteria
BAN-PT dalam proses akreditasi program studi mengevaluasi delapan kriteria utama yang mencakup visi, misi, tujuan dan sasaran serta strategi pencapaiannya; tata pamong, kepemimpinan, sistem pengelolaan, dan penjaminan mutu; mahasiswa dan lulusan; sumber daya manusia; sarana dan prasarana serta teknologi informasi; pembiayaan, investasi, dan kerjasama; pendidikan bermutu dan relevan; serta penelitian, pelayanan/pengabdian kepada masyarakat dan kerjasama.
Dalam evaluasi akreditasi Fakultas Agribisnis, tim pemeriksa BAN-PT melihat bahwa universitas telah menunjukkan komitmen signifikan dalam hal peningkatan kualitas dosen. Data menunjukkan bahwa lebih dari 75 persen dosen tetap di Fakultas Agribisnis telah menyelesaikan pendidikan jenjang S3, dan beberapa di antaranya telah memiliki sertifikasi internasional di bidang agribisnis dan pertanian berkelanjutan.
Pada aspek sarana dan prasarana, Universitas Muhammadiyah Kendari telah mengalokasikan investasi besar-besaran untuk pembangunan laboratorium modern. Laboratorium Inovasi Agribisnis yang baru direnovasi pada tahun 2025 dilengkapi dengan peralatan uji mutu produk pertanian, fasilitas analisis tanah, serta teknologi informasi untuk manajemen agribisnis terkini. Selain itu, universitas juga mengembangkan farm demonstration area seluas dua hektar yang digunakan untuk praktik lapangan mahasiswa dan penelitian dosen.
“Fasilitas ini bukan hanya untuk memenuhi standar akreditasi, tetapi lebih penting lagi untuk memberikan pengalaman belajar yang autentik kepada mahasiswa. Mereka tidak hanya memahami teori, tetapi juga praktik langsung penerapan teknologi pertanian dan manajemen agribisnis di lapangan,” jelas Dr. Sukamta, Ketua Program Studi Agribisnis, dalam kesempatan berbeda.
Kurikulum Inovatif dan Relevansi Industri
Salah satu poin penilaian penting dalam akreditasi adalah relevansi kurikulum dengan kebutuhan pasar kerja. Universitas Muhammadiyah Kendari telah melakukan revisi kurikulum Fakultas Agribisnis pada tahun 2024 dengan melibatkan masukan dari pengguna lulusan, industri pertanian lokal, asosiasi petani, serta alumni yang telah berkecimpung di berbagai sektor agribisnis.
Kurikulum yang disusun mencakup mata kuliah inti seperti Manajemen Agribisnis, Pemasaran Produk Pertanian, Teknologi Pasca Panen, Ekonomi Pertanian, serta Kewirausahaan Agribisnis. Lebih dari itu, kurikulum juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengambil mata kuliah pilihan yang sesuai dengan minat dan tujuan karir mereka, termasuk program magang terstruktur di perusahaan-perusahaan terkemuka di sektor perkebunan, peternakan, dan agroindustri.
“Kami percaya bahwa lulusan Fakultas Agribisnis harus siap menjadi pemimpin dalam transformasi pertanian Indonesia, baik sebagai entrepreneur, manager, maupun peneliti. Untuk itu, kurikulum kami dirancang untuk mengembangkan kompetensi hard skill dan soft skill secara berimbang,” papar Dr. Ir. Siti Nurhaida, Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Agribisnis.
Siti Nurhaida menambahkan bahwa sejak tahun 2025, Fakultas Agribisnis telah menjalin kerjasama dengan tiga universitas internasional untuk program pertukaran dosen dan mahasiswa. Hal ini memungkinkan mahasiswa mendapatkan perspektif global tentang isu-isu agribisnis kontemporer seperti sustainability, climate-smart agriculture, dan digital agriculture.
Kolaborasi dengan Industri dan Masyarakat
Pencapaian akreditasi “A” juga didukung oleh jaringan kerjasama yang luas antara Universitas Muhammadiyah Kendari dengan berbagai stakeholder di sektor pertanian dan agribisnis. Sebanyak 23 Memorandum of Understanding (MOU) telah ditandatangani dengan perusahaan perkebunan, peternakan, industri pangan, serta organisasi petani dalam tiga tahun terakhir.
Kerjasama ini tidak hanya bersifat penempatan kerja mahasiswa, tetapi juga mencakup pelibatan industri dalam pengembangan kurikulum, pelaksanaan project-based learning, serta pendanaan untuk penelitian yang relevan dengan kebutuhan industri lokal. Misalnya, Fakultas Agribisnis saat ini sedang menjalankan penelitian bersama dengan PT Pertamina Geothermal tentang pengembangan pertanian berkelanjutan di sekitar geothermal fields.
“Kolaborasi dengan industri adalah jantung dari program akademik kami. Mahasiswa kami belajar dari praktisi sesungguhnya, dan pada akhirnya, mereka siap memasuki dunia kerja tanpa lagi memerlukan adaptasi yang panjang,” ungkap Dr. Andi Wijaya, Kepala Unit Kerjasama dan Pengembangan Universitas Muhammadiyah Kendari.
Selain itu, Fakultas Agribisnis juga aktif dalam pelayanan kepada masyarakat melalui program penyuluhan pertanian modern, pelatihan pengolahan hasil pertanian untuk kelompok tani, serta pendampingan UMKM agribisnis. Tim dosen telah melakukan lebih dari 50 kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam dua tahun terakhir, yang menyentuh lebih dari 3.000 petani dan pengusaha kecil menengah di Sulawesi Tenggara.
Dampak Akreditasi terhadap Ekosistem Pendidikan
Peraihan akreditasi “A” oleh Fakultas Agribisnis telah memberikan dampak signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan kampus. Pertama, dari sisi minat calon mahasiswa, penerimaan siswa baru di tahun akademik 2025/2026 meningkat 35 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Data menunjukkan bahwa informasi tentang akreditasi “A” menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi keputusan siswa untuk memilih Universitas Muhammadiyah Kendari.
“Orang tua dan calon mahasiswa semakin percaya bahwa kami memiliki standar kualitas yang terjamin secara nasional. Ini adalah kepercayaan yang tidak kami sia-siakan,” papar Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahyar dalam pidato pada acara seremonial penerimaan hasil akreditasi.
Kedua, peraihan akreditasi “A” telah membuka peluang pendanaan penelitian yang lebih besar. Universitas telah berhasil meraih hibah penelitian dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) senilai Rp 1,2 miliar untuk tahun akademik 2026, terutama untuk penelitian-penelitian yang fokus pada pertanian berkelanjutan dan mitigasi dampak perubahan iklim.
Ketiga, akreditasi “A” memperkuat posisi Universitas Muhammadiyah Kendari dalam negosiasi dengan universitas internasional untuk program-program kolaborasi akademik yang lebih mendalam. Beberapa universitas di Malaysia, Thailand, dan Filipina telah menunjukkan ketertarikan untuk membangun hubungan akademik dengan Fakultas Agribisnis.
Tantangan dan Visi Masa Depan
Meskipun telah meraih akreditasi “A”, pimpinan Fakultas Agribisnis menyadari bahwa ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. “Akreditasi ‘A’ valid selama lima tahun. Dalam periode ini, kami tidak boleh berpuas diri. Sebaliknya, kami harus terus berinovasi dan meningkatkan standar mutu pendidikan kami,” tegas Dr. Bambang Sutrisno.
Beberapa tantangan yang masih dihadapi antara lain: pertama, peningkatan kualitas penelitian dosen dan jumlah publikasi ilmiah di jurnal internasional masih perlu ditingkatkan. Saat ini, rata-rata dosen mempublikasikan kurang dari satu artikel per tahun di jurnal terakreditasi internasional. Target ke depan adalah meningkatkan angka ini menjadi minimal dua artikel per dosen per tahun.
Kedua, internasionalisasi program pendidikan masih memerlukan akselerasi. Meskipun sudah ada beberapa program kolaborasi internasional, jumlah mahasiswa asing yang belajar di Fakultas Agribisnis masih sangat terbatas. Universitas berencana untuk meningkatkan program beasiswa dan program kelas internasional yang dapat menarik mahasiswa dari negara-negara ASEAN.
Ketiga, dalam konteks yang lebih luas, Universitas Muhammadiyah Kendari juga memiliki visi untuk mengembangkan Fakultas Agribisnis menjadi pusat unggulan penelitian dan inovasi pertanian di kawasan Sulawesi Tenggara. Untuk itu, diperlukan investasi infrastruktur yang lebih besar lagi, khususnya dalam pembangunan research center dan innovation hub yang dapat melayani kebutuhan inovasi pertanian lokal.
Penutup
Pencapaian Fakultas Agribisnis Universitas Muhammadiyah Kendari dalam meraih akreditasi “A” merupakan bukti konkret dari komitmen institusi terhadap peningkatan mutu pendidikan tinggi. Melalui upaya sistematis yang melibatkan seluruh stakeholder, didukung oleh sumber daya yang memadai, serta inovasi berkelanjutan dalam program akademik, universitas telah berhasil menciptakan ekosistem pendidikan yang kondusif bagi pengembangan sumber daya manusia unggul di bidang agribisnis.
Ke depan, dengan berbagai tantangan dan peluang yang ada, Universitas Muhammadiyah Kendari berkomitmen untuk mempertahankan dan terus meningkatkan standar mutu pendidikan Fakultas Agribisnis. Harapan besar adalah bahwa lulusan-lulusan dari fakultas ini akan menjadi pionir dalam transformasi pertanian Indonesia menuju pertanian modern, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi di era globalisasi.
Sebagai institusi pendidikan yang berada di Kendari, Sulawesi Tenggara, Universitas Muhammadiyah Kendari memahami tanggung jawab untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan pertanian lokal. Dengan akreditasi “A” ini, universitas memiliki kredibilitas yang semakin kuat untuk menjalankan peran tersebut dengan lebih baik dan lebih berdampak lagi bagi masyarakat luas.
—
Jurnalis: Dian Prasetya
Editor: Retno Sulistyowati
Sumber: Humas Universitas Muhammadiyah Kendari, Kantor Fakultas Agribisnis, Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi