Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari resmi meresmikan gedung laboratorium pertanian terpadu baru pada hari Rabu, 09 April 2026, menandai pencapaian signifikan dalam upaya modernisasi infrastruktur akademik Fakultas Agribisnis. Proyek konstruksi selama 18 bulan ini menghadirkan fasilitas berstandar internasional yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian di bidang agribisnis.
Gedung laboratorium pertanian modern yang dibangun di kawasan kampus utama Universitas Muhammadiyah Kendari, Jalan Sultan Qaimuddin, berlokasi strategis dengan luas bangunan mencapai 2.400 meter persegi. Infrastruktur baru ini dilengkapi dengan berbagai peralatan canggih dan teknologi terkini untuk mendukung proses pembelajaran praktis mahasiswa Fakultas Agribisnis, termasuk laboratorium budidaya tanaman, laboratorium teknologi pengolahan hasil pertanian, dan fasilitas greenhouse berteknologi hidroponik.
Investasi pembangunan gedung laboratorium tersebut mencapai nilai Rp 8,5 miliar, didukung oleh pendanaan dari dana operasional universitas, beasiswa dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, serta kontribusi dari mitra industri pertanian regional. Komitmen universitas terhadap pengembangan infrastruktur akademik ini mencerminkan visi untuk menjadi pusat keunggulan pendidikan pertanian di kawasan Sulawesi Tenggara.
Latar Belakang Pembangunan
Keputusan untuk membangun gedung laboratorium pertanian modern di Universitas Muhammadiyah Kendari muncul dari kebutuhan yang mendesak untuk memodernisasi fasilitas pembelajaran praktis. Fakultas Agribisnis, sebagai salah satu program studi unggulan universitas, telah mengalami peningkatan jumlah mahasiswa sebesar 45 persen dalam tiga tahun terakhir, namun infrastruktur laboratorium yang tersedia masih jauh dari memadai.
Sebelum tahun 2024, mahasiswa Fakultas Agribisnis Universitas Muhammadiyah Kendari masih mengandalkan laboratorium dengan peralatan yang sebagian besar sudah berusia lebih dari 10 tahun. Kondisi ini menyebabkan keterbatasan dalam memberikan pengalaman praktis yang optimal kepada mahasiswa, terutama dalam penguasaan teknologi pertanian terkini yang menjadi tuntutan industri modern.
Dr. Ir. H. Muhammad Asrul, M.Si., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, menyatakan bahwa universitas menyadari pentingnya peningkatan kualitas infrastruktur pendidikan. “Kami memahami bahwa dunia pertanian Indonesia menghadapi tantangan global yang memerlukan sumber daya manusia berkualitas tinggi. Melalui pembangunan fasilitas-fasilitas modern ini, Universitas Muhammadiyah Kendari berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mahir dalam aplikasi teknologi pertanian terkini,” ujar Dr. Muhammad Asrul dalam upacara peresmian pada Rabu pagi.
Detail Fasilitas dan Fitur Unggulan
Gedung laboratorium pertanian yang baru diresmikan menampilkan arsitektur modern dengan perhatian terhadap keberlanjutan lingkungan. Bangunan ini mengintegrasikan konsep green building dengan penggunaan panel surya, sistem daur ulang air hujan, dan ventilasi alami yang efisien untuk mengurangi konsumsi energi.
Fasilitas utama dalam gedung laboratorium mencakup lima zona khusus yang dirancang untuk mendukung berbagai aspek pembelajaran agribisnis. Pertama, Laboratorium Budidaya Tanaman Terpadu seluas 400 meter persegi dilengkapi dengan peralatan untuk analisis tanah, pemeliharaan bibit, dan monitoring nutrisi tanaman menggunakan teknologi sensor pintar. Laboratorium ini dilengkapi dengan 25 unit meja kerja individu, sistem irigasi otomatis, dan peralatan diagnostik penyakit tanaman berkualitas standar universitas terkemuka.
Kedua, Laboratorium Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian yang dirancang khusus untuk mendukung pembelajaran dalam pengolahan produk hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah. Fasilitas ini mencakup peralatan pasteurisasi, mesin pengolahan biji-bijian, alat pengemasan otomatis, dan laboratorium analisis mutu produk dengan standar keamanan pangan internasional.
Ketiga, Greenhouse Berteknologi Hidroponik seluas 600 meter persegi menjadi kebanggaan tersendiri bagi Fakultas Agribisnis. Greenhouse ini dilengkapi dengan sistem monitoring temperatur dan kelembaban otomatis, sistem irigasi presisi, dan pencahayaan LED yang dapat disesuaikan sesuai kebutuhan tanaman. Mahasiswa dapat mempelajari teknik budidaya modern tanpa tergantung pada musim atau kondisi iklim ekstrem.
Keempat, Laboratorium Agronomi dan Ilmu Tanah menawarkan peralatan analitik canggih untuk pemahaman mendalam tentang karakteristik tanah, pemupukan optimal, dan manajemen kesuburan tanah. Laboratorium ini dilengkapi dengan spektrofotometer, chromatography, dan peralatan analisis tanah modern lainnya yang memenuhi standar ISO.
Kelima, Ruang Studi dan Perpustakaan Digital Agribisnis menampilkan teknologi terkini dengan akses ke database jurnal ilmiah pertanian internasional, perpustakaan digital, dan ruang diskusi yang nyaman untuk mendukung pembelajaran kolaboratif mahasiswa.
Selain itu, gedung laboratorium juga dilengkapi dengan empat ruang kelas dengan kapasitas 40 mahasiswa per kelas, ruang seminar dengan kapasitas 150 orang, kantor administrasi dan dosen, serta fasilitas pendukung lainnya termasuk area parkir, toilet, dan area istirahat yang memenuhi standar kenyamanan modern.
Pernyataan Pejabat Kampus
Prof. Dr. Ir. Husaini Hamzah, M.S., Dekan Fakultas Agribisnis Universitas Muhammadiyah Kendari, mengungkapkan antusiasme mendalam atas penyelesaian proyek infrastruktur ini. “Dengan dioperasionalkannya gedung laboratorium pertanian modern ini, kami memiliki peluang emas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran praktis mahasiswa Agribisnis. Mahasiswa kami sekarang dapat mengakses peralatan dan teknologi yang digunakan di industri pertanian modern, sehingga mereka dapat lulus dengan penguasaan praktis yang relevan dengan kebutuhan lapangan,” jelas Prof. Husaini dalam wawancara khusus pada Rabu, 09 April 2026.
Lebih lanjut, Prof. Husaini menyatakan bahwa fasilitas baru ini akan membuka peluang penelitian yang lebih luas. “Sebelumnya, dosen dan mahasiswa kesulitan melakukan penelitian karena keterbatasan peralatan. Sekarang, kami dapat merencanakan penelitian yang lebih ambisius dalam berbagai topik agribisnis, mulai dari optimasi teknik budidaya hingga pengembangan produk pertanian bernilai tambah tinggi,” tambahnya.
Sementara itu, Dr. Ir. Mahmuddin Latif, M.Agr., Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Kendari, melihat gedung laboratorium baru sebagai katalis untuk akselerasi inovasi dalam sektor pertanian regional. “Universitas kami memiliki misi untuk berkontribusi pada pembangunan pertanian berkelanjutan di Sulawesi Tenggara. Dengan fasilitas laboratorium yang terupgrade, kami dapat melakukan riset yang lebih mendalam tentang adaptasi tanaman terhadap perubahan iklim, diversifikasi produk pertanian lokal, dan peningkatan produktivitas lahan pertanian petani kecil,” ungkap Dr. Mahmuddin.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. H. Ridho Ilahi, S.E., M.M., juga memberikan apresiasi atas capaian ini. “Pembangunan fasilitas laboratorium modern ini merupakan bagian dari roadmap strategis universitas untuk periode 2025-2030. Kami berencana untuk terus meningkatkan infrastruktur akademik di fakultas-fakultas lain, sehingga keseluruhan Universitas Muhammadiyah Kendari dapat bersaing di tingkat nasional dan internasional,” katanya dalam kesempatan yang sama.
Dampak Bagi Mahasiswa dan Program Akademik
Pembangunan gedung laboratorium pertanian modern ini diproyeksikan akan membawa dampak positif yang signifikan bagi pengalaman akademik mahasiswa Fakultas Agribisnis. Saat ini, Fakultas Agribisnis menjalankan empat program studi, yaitu program studi Agribisnis, Teknologi Hasil Pertanian, Agroteknologi, dan Manajemen Sumber Daya Lahan, dengan total mahasiswa aktif mencapai 1.287 orang dari berbagai angkatan.
Dengan adanya fasilitas baru, mahasiswa dapat menjalani praktikum dengan rasio peralatan yang lebih ideal. Sebelumnya, satu unit peralatan laboratorium harus dibagi untuk 8-10 mahasiswa, sementara standar internasional merekomendasikan rasio 1:3 hingga 1:5. Peningkatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman praktis dan keterampilan teknis mahasiswa secara signifikan.
Selain itu, fasilitas greenhouse berteknologi hidroponik membuka peluang bagi mahasiswa untuk mempelajari teknik pertanian presisi yang semakin populer di kalangan petani progresif Indonesia. Teknologi ini memungkinkan budidaya dengan efisiensi air 90 persen lebih tinggi dibanding pertanian konvensional, dan produktivitas per satuan luas yang jauh lebih tinggi. Penguasaan teknologi ini akan menjadi nilai kompetitif lulusan Universitas Muhammadiyah Kendari di pasar kerja.
Dari sisi penelitian, gedung laboratorium baru juga memfasilitasi mahasiswa tingkat akhir untuk melakukan penelitian skripsi dengan topik yang lebih spesifik dan mendalam. Data dari Program Studi Agribisnis menunjukkan bahwa dalam tiga tahun terakhir, rata-rata skor seminar proposal skripsi meningkat dari 65 menjadi 72 ketika mahasiswa memiliki akses lebih baik ke fasilitas laboratorium penelitian.
Direktur Program Studi Agribisnis, Dr. Ir. Salmah Daulay, M.Si., melaporkan bahwa penerimaan calon mahasiswa baru untuk Fakultas Agribisnis meningkat 35 persen setelah diumumkannya rencana pembangunan gedung laboratorium. “Ini menunjukkan bahwa calon mahasiswa dan orangtua mereka menghargai komitmen universitas terhadap kualitas pendidikan. Mereka percaya bahwa fasilitas yang baik akan mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif,” kata Dr. Salmah.
Rencana Pengembangan Berkelanjutan
Meskipun gedung laboratorium pertanian modern baru saja diresmikan, Universitas Muhammadiyah Kendari tidak berhenti di sini. Rektor Dr. Muhammad Asrul mengumumkan bahwa universitas memiliki rencana pengembangan infrastruktur jangka menengah yang ambisius.
“Dalam kuartal ketiga tahun 2026, kami akan memulai pembangunan gedung pusat riset pertanian berkelanjutan dengan fokus pada research incubator untuk startup agribisnis yang melibatkan mahasiswa dan dosen. Selain itu, kami juga sedang merancang program kemitraan dengan beberapa universitas terkemuka di Asia Tenggara untuk memperkuat penelitian dan pertukaran mahasiswa,” ungkap Dr. Muhammad Asrul.
Universitas juga berencana untuk meningkatkan konektivitas digital di seluruh kampus melalui ekspansi jaringan wifi 6 dan implementasi sistem learning management system berbasis cloud yang lebih canggih.
Penutup
Peresmian gedung laboratorium pertanian modern Universitas Muhammadiyah Kendari pada tanggal 09 April 2026 menandai milestone penting dalam perjalanan institusi pendidikan tinggi ini menuju keunggulan akademik. Fasilitas yang bernilai Rp 8,5 miliar ini bukan sekadar bangunan fisik, tetapi investasi serius terhadap masa depan pendidikan pertanian berkualitas di wilayah Sulawesi Tenggara.
Melalui infrastruktur modern ini, Universitas Muhammadiyah Kendari berkomitmen untuk menghasilkan lulusan Fakultas Agribisnis yang tidak hanya memahami teori-teori agribisnis, tetapi juga menguasai teknologi praktis yang relevan dengan industri pertanian modern. Dengan adanya fasilitas penelitian yang memadai, universitas juga berharap dapat meningkatkan kontribusi terhadap pemecahan masalah pertanian nyata yang dihadapi masyarakat dan petani di Sulawesi Tenggara.
Langkah-langkah strategis ini sejalan dengan visi Universitas Muhammadiyah Kendari untuk menjadi universitas terkemuka yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam, riset berkualitas, dan pengabdian kepada masyarakat. Keberhasilan proyek infrastruktur ini diharapkan menginspirasi upaya serupa di berbagai unit akademik lainnya, sehingga keseluruhan Universitas Muhammadiyah Kendari dapat terus berkembang dan berkontribusi pada pembangunan bangsa.
—
Penulis: Tim Jurnalisme Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari
Diterbitkan: 09 April 2026
Sumber: Siaran Pers Universitas Muhammadiyah Kendari dan Wawancara Langsung dengan Pejabat Kampus