KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari, melalui Fakultas Agribisnis, menyelenggarakan serangkaian kegiatan akademik bergengsi pada Senin, 7 April 2026. Acara yang melibatkan seminar nasional, webinar interaktif, dan kuliah umum ini menghadirkan berbagai pembicara dari kalangan praktisi industri, akademisi terkemuka, dan ahli pertanian berkelanjutan. Kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan wawasan mendalam kepada mahasiswa, dosen, dan masyarakat luas tentang perkembangan teknologi pertanian dan strategi pembangunan agribisnis di Indonesia.
Acara yang berlangsung sepanjang hari dimulai pukul 09.00 pagi dengan pembukaan resmi oleh Dekan Fakultas Agribisnis, diikuti dengan serangkaian sesi seminar utama, workshop interaktif, dan diskusi panel yang melibatkan lebih dari 500 peserta dari berbagai universitas, kelompok tani, dan perusahaan agribisnis. Penyelenggaraan acara ini menunjukkan komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari dalam mengembangkan kapasitas sumber daya manusia di sektor pertanian dan agribisnis.
Latar Belakang dan Tujuan Penyelenggaraan
Pertanian modern menghadapi tantangan kompleks di era digital. Perubahan iklim, meningkatnya permintaan pangan global, dan transformasi digital menjadi faktor pendorong bagi institusi pendidikan untuk terus berinovasi dalam kurikulum dan pengembangan kompetensi mahasiswa. Fakultas Agribisnis Universitas Muhammadiyah Kendari, sebagai pusat pendidikan tinggi yang fokus pada pengembangan industri pertanian di kawasan Sulawesi Tenggara, merasa perlu menghadirkan forum diskusi akademik yang menghubungkan teori dengan praktik industri terkini.
Dekan Fakultas Agribisnis, Dr. Ir. Bambang Suryanto, M.Agr., menjelaskan alasan di balik penyelenggaraan acara multi-format ini. “Kami melihat bahwa mahasiswa agribisnis kami membutuhkan eksposur langsung terhadap isu-isu praktis dalam industri. Seminar, webinar, dan kuliah umum ini dirancang sebagai jembatan antara dunia akademik dan industri nyata. Melalui acara ini, kami ingin mempersiapkan lulusan yang tidak hanya memiliki pengetahuan teoritis, tetapi juga siap menghadapi tantangan praktis di lapangan,” ujar Dr. Bambang dalam konferensi pers pra-acara.
Tujuan utama penyelenggaraan kegiatan akademik ini adalah meningkatkan literasi agritech di kalangan mahasiswa, membagikan best practices dari praktisi industri, memperkuat networking antara akademisi dan praktisi, serta memberikan solusi konkret terhadap permasalahan agribisnis yang dihadapi petani Indonesia, khususnya di kawasan timur.
Agenda dan Narasumber Seminar Utama
Acara dimulai dengan pembukaan resmi yang menghadirkan Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Sutrisno, M.Si., dan sejumlah pejabat pemerintah daerah serta akademisi. Setelah sambutan resmi, acara berlanjut dengan sesi seminar utama yang menampilkan tiga pembicara kunci dari berbagai bidang keahlian.
Sesi pertama menampilkan Dr. Ir. Suwandi Wijaya, M.Sc., Direktur Program Pengembangan Agritech Kementerian Pertanian Republik Indonesia, yang membahas tema “Transformasi Digital dalam Sistem Pertanian Berkelanjutan di Indonesia.” Dalam presentasinya, Dr. Suwandi memaparkan roadmap digital pertanian Indonesia hingga tahun 2030, strategi penggunaan artificial intelligence dalam manajemen sumber daya alam, dan insentif pemerintah untuk startup agritech.
“Transformasi digital bukan lagi pilihan, tetapi keharusan bagi sektor pertanian kita. Data menunjukkan bahwa petani yang menggunakan teknologi digital dapat meningkatkan produktivitas hingga 40 persen. Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk perguruan tinggi, untuk aktif mendukung adopsi teknologi di sektor pertanian,” papar Dr. Suwandi dalam sesi seminar pertama.
Pembicara kedua adalah Ir. Hendra Kusuma, CEO PT Agri Solutions Indonesia, sebuah perusahaan swasta yang berkecimpung dalam agritech dan supply chain management pertanian. Hendra membagikan pengalaman praktis dalam mengimplementasikan teknologi blockchain untuk transparansi rantai pasokan pertanian. “Kami telah bermitra dengan lebih dari 5.000 petani di Sulawesi Tenggara dalam program blockchain untuk pertanian. Teknologi ini memungkinkan petani menerima harga yang lebih adil karena mengurangi perantara. Mahasiswa dari Unmuh Kendari turut terlibat dalam project kami sebagai magang,” ungkap Hendra dengan penuh antusiasme.
Sesi ketiga menghadirkan Prof. Dr. Ir. Endang Soepandi, M.Agr., Guru Besar Agribisnis dari Institut Pertanian Bogor (IPB), yang membahas “Strategi Pengembangan Agribisnis Inklusif untuk Petani Kecil di Era Industri 4.0.” Prof. Endang menekankan pentingnya model bisnis yang menguntungkan semua pihak, dari petani hingga konsumen akhir.
“Agribisnis inklusif adalah kunci untuk mengurangi kesenjangan ekonomi di pedesaan. Kami harus menciptakan ekosistem di mana petani kecil bukan hanya supplier, tetapi juga mendapat keuntungan dari nilai tambah produk. Universitas harus berperan aktif dalam memfasilitasi kerjasama ini,” jelas Prof. Endang.
Webinar Interaktif dan Partisipasi Mahasiswa
Setelah sesi seminar utama, acara berlanjut dengan empat sesi webinar paralel yang memungkinkan peserta memilih topik sesuai minat mereka. Sesi webinar mencakup: “Smart Farming dan Precision Agriculture,” “Pengolahan Hasil Pertanian dan Diversifikasi Produk,” “Pemasaran Digital untuk Produk Pertanian,” dan “Keuangan dan Manajemen Risiko dalam Agribisnis.”
Setiap sesi webinar diikuti oleh 100-150 peserta, termasuk mahasiswa dari program studi Agribisnis, Teknologi Hasil Pertanian, dan Agronomi. Mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi dengan para pembicara. Sesi webinar “Smart Farming dan Precision Agriculture” yang dipandu oleh Dr. Ir. Rudi Hartono, peneliti dari Balai Penelitian Agritech Sulawesi, menarik perhatian khusus karena menghadirkan demonstrasi langsung penggunaan drone dan sensor IoT untuk monitoring kesehatan tanaman.
“Antusiasme mahasiswa luar biasa. Mereka menyadari bahwa teknologi ini bukan sekadar trend, tetapi kebutuhan nyata dalam operasional pertanian modern. Banyak di antara mereka yang sudah membayangkan bagaimana mereka bisa menerapkan teknologi ini dalam usaha agribisnis mereka sendiri atau bersama petani lokal,” ujar Dr. Rudi Hartono dalam sela-sela acara.
Ketua Program Studi Agribisnis, Dr. Ir. Nur Aini, M.Sc., menambahkan bahwa partisipasi aktif mahasiswa dalam webinar menunjukkan relevansi kurikulum dengan kebutuhan industri. “Kami memang sengaja mengundang praktisi industri untuk berbagi pengalaman mereka. Ini adalah bagian dari upaya kami merevitalisasi kurikulum agribisnis agar lebih responsif terhadap perkembangan zaman,” katanya.
Kuliah Umum dan Diskusi Panel
Puncak acara adalah kuliah umum dan diskusi panel yang menghadirkan topik “Peluang dan Tantangan Agribisnis Indonesia di Pasar Global.” Panel terdiri dari lima pembicara: Dr. Suwandi Wijaya (Kementerian Pertanian), Ir. Hendra Kusuma (PT Agri Solutions), Prof. Endang Soepandi (IPB), Dra. Siti Nurhaliza, M.B.A. (Direktur Koperasi Pertanian Kendari), dan Dr. Bambang Suryanto (Dekan FakultasAgribisnis Unmuh Kendari).
Diskusi panel difasilitasi oleh Dr. Ir. Ahmad Suprayogi, M.Agr., seorang akademisi berpengalaman dan moderator profesional. Topik yang diangkat sangat relevan: ekspor produk pertanian Indonesia, daya saing dengan negara-negara ASEAN lain, hambatan regulasi, dan peran perguruan tinggi dalam mendukung ekspor pertanian.
Dra. Siti Nurhaliza, yang mewakili pelaku usaha lokal, menekankan pentingnya quality control dan standar internasional. “Produk pertanian Kendari sebenarnya berkualitas tinggi, tetapi banyak petani yang belum memahami standar internasional untuk ekspor. Di sinilah universitas harus membantu melalui pendidikan dan pendampingan,” ujarnya.
Prof. Endang Soepandi merespons dengan menawarkan kerjasama IPB dengan Unmuh Kendari dalam pengembangan sertifikasi kualitas dan standar halal untuk produk pertanian lokal. “IPB memiliki laboratorium terakreditasi internasional. Kami siap bekerja sama dengan Unmuh Kendari dalam melakukan testing produk pertanian lokal sehingga bisa memenuhi standar ekspor,” tawarnya.
Diskusi panel berlangsung selama 90 menit dengan partisipasi aktif dari audiens. Banyak pertanyaan dari mahasiswa dan praktisi yang hadir, mulai dari aspek teknis produksi hingga strategi marketing dan penetrasi pasar internasional.
Dampak dan Harapan Stakeholder
Penyelenggaraan acara akademik berskala besar ini diharapkan memberikan dampak jangka panjang bagi pengembangan pendidikan dan industri agribisnis di kawasan Sulawesi Tenggara. Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Sutrisno, mengungkapkan optimisme terhadap masa depan.
“Melalui acara ini, kami ingin menunjukkan bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari bukan hanya institusi pendidikan, tetapi juga mitra strategis bagi pengembangan ekonomi lokal. Kami akan terus menyelenggarakan acara sejenis dan memperdalam kerjasama dengan industri dan pemerintah,” tegas Prof. Sutrisno.
Beberapa kesepakatan juga terjalin dalam acara ini. Unmuh Kendari dan PT Agri Solutions menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang program magang dan pengembangan kurikulum. Selain itu, Unmuh Kendari juga membentuk Forum Agribisnis Inklusif yang akan menjadi wadah kolaborasi antara akademisi, petani, dan praktisi industri.
Mahasiswa semester akhir Program Studi Agribisnis, Muhammad Rizki Pratama, merasakan manfaat langsung dari acara ini. “Saya mendapat informasi tentang peluang magang di berbagai perusahaan agritech. Yang lebih penting, saya bisa langsung berkonsultasi dengan praktisi industri tentang rencana bisnis saya. Networking yang kami bangun hari ini akan sangat berharga untuk karir kami,” ungkap Rizki.
Penutup
Kegiatan akademik yang diselenggarakan Fakultas Agribisnis Universitas Muhammadiyah Kendari pada 7 April 2026 menandai momentum penting dalam pengembangan pendidikan agribisnis di Sulawesi Tenggara. Seminar, webinar, dan kuliah umum yang melibatkan lebih dari 500 peserta ini telah berhasil menciptakan dialog akademik-industri yang substantif dan menghasilkan beberapa kesepakatan kerjasama konkret.
Dengan dukungan dari berbagai narasumber terkemuka dan praktisi industri, Universitas Muhammadiyah Kendari membuktikan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga siap terjun ke industri dengan pemahaman mendalam tentang perkembangan teknologi dan tren pasar terkini. Acara ini juga menunjukkan bahwa universitas lokal dapat menjadi simpul penting dalam ekosistem inovasi agribisnis nasional dan regional.
Ke depannya, Fakultas Agribisnis Unmuh Kendari berencana menjadikan acara semacam ini sebagai agenda tahunan yang akan terus berkembang dalam skala dan kualitas. Dengan terus memperkuat jejaring dengan industri, pemerintah, dan institusi akademik lainnya, diharapkan Universitas Muhammadiyah Kendari dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan daya saing agribisnis Indonesia di pasar global.
—
Jumlah kata: 1.847 kata